Saturday, 3 January 2015

Thank you💕

Good morning universe..
Good morning to my self ☺️
Thank you God..
Because of this life..
Because of all blessed You've giving to me..
The strength, the spirits, the motivations, the faith, the opportunities, and the most is thankfulness.
Doesn't matter if I failed to take the chances, because I believe You have more special things for me,
Doesn't matter if I failed to reach my ambitions, because I believe want to learn me about patience.
You already know, I have a faith, that I'll be success by what I want.

God, thank you, for makes me know the two persons who are motivated me so much. Makes me brave to have dreams, makes me brave to start and have a willpower to reach it. I am trying, will always trying, as long as I life😊

God, thanks for Your blessings.. Thanks for my family, my beloved people around, and the two persons who motivated me, and this earth. You're the Almighty - the Greatest Allah.

Thursday, 14 August 2014

To Do List ;)



Gutten morgen worlds ..

Today is the second tests of health check for PLN recruitment. And I’m here, in my room. Yap, 2 days ago I’m still fighting, and yesterday I got a bad result. Disappointed? Absolutely! Sorry to my parents, my sister, to everybody who hopes me. Regret? Absolutely not! No reason needed for it. I will not feeling guilty. Because I am sure, Allah knows that I have done my best. Allah knows how seriously I am.

I will try more and more. I believe, Allah has better plan for me if I show that I am reasonable to get it! I will be better one, I will be a good person, I have good attitude, I have good health, I have good relations, I have good passion, and I will always study hard! Work hard! Let me show that I will be on top as soon as possible! I will get the opportunities! I will, I will, I will ! Insyaa Allah, Allah will help me. I believe to the Almighty Allah, All-Merciful, Allah gives me many chances to get more lessons, and see how nice Allah’s plan J how Allah cares me more ..

Now, I’ve new to do list, so many plans to be a reasonable person.
 
  •         CPI min 3.65 + skill
I will be graduate with CPI min 3.65 + skill. I will find my passions, focus. I know, be an engineer isn’t easy. But I will make it easier. Work and learn sincerely. It will paid off!

  •        TOEFL min 500
Not 450, but 500! Not only because of TOEFL test, but also for my conversations. Because I ever got good English when I’m still on Junior High School and Senior High School, but now so seldom to exercise. I got English in college at first semester only -_- I’m forget many things. Grammar, vocabularies, and also pronouncing t.t

So, what should I do? I’ve a plan to go to Kampung Inggris, Kediri, East Java on January later with my kostmate, Resi. We’ve got permission from our parents. Dad has a plan to Jakarta on January, then he will accompany us to Kediri, to see how people learn there. Maybe he will stay for one night before back to Makassar.

Actually Resi and I can go there by our self by train about 15 hours. But my dad love vacation, he love to see how seriously we try. Because of that, Dad never judge me if I got fail. He knows that I’m on process to success. 

  •        Make a Career Lists
Make a career lists, noted what criteria they’re looking for. I will study more by it. Make me reasonable. Good person with attitude, good behavior, smart, good looking, good teamwork, and absolutely be my self.

  •        The last is ... good looking. Wakakakaka xD
We’ve make a serious lists, but this is serious too! Good looking is important right? Muehehe my sister said that is an asset. Good looking make people love to meet us, then make a good teamwork.

Hum... I think that’s all for now. I won’t make too many lists but not sure about the plot. So, everybodeeehhh, SEE YOU ON TOP !! Bismmillahirrahmanirrahiim ..

Dear Allah, you know how sincere I am. And I know You're the only one can make it real. I try, try, and pray, then I sure, You will make it paid off :) Thank you Allah, because you give me this faith .. Aamiin..

Wednesday, 25 June 2014

Resep Makanan Khas Sulawesi Selatan

Hallo!!
Kali ini saya akan berbagi resep beberapa makanan khas Sulawesi Selatan, yang akan saya urutkan dari yang paling mudah dibuat hingga yang cukup sulit :D Juga akan ada perkiraan harga untuk memasak. Mengingat banyaknya orang, salah satunya saya, yang seringkali ingin makan menu tertentu tetapi menimbang mana makanan yang mudah dibuat, enak, dan tidak menguras kantong terlalu dalam. Mueheheh :3

Sop Konro

Kapurung

Sop Saudara dan Ikan Bakar

Konro Bakar

Barongko

Jalangkote dan Lomboknya

Es Pisang Ijo

Lawa Ikan

Pisang Epe

Barobbo

Coto Makassar

Mie Titi/ Mie Kering

Pallu Mara

Ikan Bakar Rica-Rica

Pallu Basa

Nasu Palekko

Sudah ada 16 gambar makanan khas pilihan saya dari entah berapa banyak. Manakah yang menjadi favorit? Kalau saya suka seeemuanya! Maka langsung saja deskripsikan berdasarkan yang paling mudah dibuat menurut saya hehe

1. Lawa Ikan

Sesuai dengan namanya, makanan ini berbahan dasar ikan. Mengapa paling mudah dibuat? Karena ikan ada di mana-mana. Sangking mudah dibuat, makanan ini menjadi menu rutin di rumah saya. Apalagi jenis ikan yang dapat dijadikan lawa tidak berpatok pada satu jenis. Melainkan cukup fleksibel selama ikan itu segar. Tapi biasanya di rumah saya menggunakan ikan mairo (ikan laut yang kecil yang kira-kira seukuran kelingking sampai telunjuk orang dewasa).


Bahan yang diperlukan :
  1. Ikan mairo / ikan kecil lainnya 1 piring
  2. 1/5 kelapa yang sudah diparut
  3. 2 jeruk nipis ukuran sedang
  4. 3 biji cabe rawit, atau kalau suka pedas bisa ditambah sampai 6. Jangan terlalu banyak, agar rasa tetap seimbang.
  5. 1/3 sdm garam.
Cara membuat :
  1. Bersihkan ikan dari duri/ tulang utama dan bagian kepala dibuang. Bagian inilah yang mengambil waktu cukup lama, sekitar 15 menit. Kemudian tiriskan.
  2. Cincang atau tumbuk cabe rawit, biarkan agak kasar.
  3. Goreng kelapa parut (tanpa minyak), campur dengan rawit dan garam, aduk hingga kering.
  4. Ambil ikan yang sudah dibersihkan, sirami dengan air jeruk nipis, aduk rata.
  5. Setelah kelapa selesai digoreng, campur dengan ikan tadi. Aduk rata, dan cicipi untuk menyesuaikan rasa.
  6. Sajikan dengan nasi hangat. Bisa untuk 4 orang.
Selamat menikmati!! Ikannya memang tidak dimasak, namun jangan ragu untuk memakannya ;) hihihi

2. Pallu Mara
 Beda dengan sebelumnya, ikan kali ini dimasak kok. Ikan yang digunakan juga bebas, bisa Ikan Cakalang, Ikan Bolu (Bandeng), Ikan Layang, Ikan Mairo, Ikan Tongkol, dll. Memasaknya cukup cepat, apalagi bagi yang cekatan di dapur, mulai dari membersihkan ikan hingga penyajian bisa hanya dalam 15 menit.







Bahan yang diperlukan :
  1. 1 Ikan Bandeng/ Ikan Cakalang/ seukurannya.
  2. 1 cabe merah besar / 4 cabe rawit bagi yang suka pedas
  3. 3 siung bawang merah
  4. 3 sdm minyak goreng
  5. 3/4 sdm garam
  6. 1 1/2 mangkok air
  7. 1/3 sdm kunyit halus.
  8. Asam seukuran jempol tangan.
Cara membuat :
  1. Bersihkan ikan, buang sisik dan pankreasnya. Kalau tidak suka isi perut ikan, bisa dibuang saja. Atau yang tidak tahu bagian pankreas, sebaiknya buang saja semua isi perut ikan. Sebab pankreas bisa menyebabkan rasa pahit.
  2. Potong ikan menjadi 3-4 bagian. Kalau ikan mairo atau ikan kecil lainnya, tidak perlu dipotong. Cuci lagi, dan tiriskan. Kemudian letakkan ikan ke panci.
  3. Buat air asam, dengan mengucek asam hingga tersisa bijinya saja. Kemudian sirami ke ikan.
  4. Tambahkan air, dan kunyit halus, rebus hingga mendidih.
  5. Setelah mendidih, iris cabe dan bawang merah, kemudian masukkan ke panci.
  6. Tambahkan garam, diami sejenak.
  7. Goreng sisa irisan bawang merah, kemudian tuang ke panci beserta minyak gorengan bawang.
  8. Sajikan dengan nasi hangat. Cocok untuk 3-4 orang.
  9. Bagi yang suka tomat, bisa ditambahkan irisan tomat :)
Hmm bukan hal yang sulit, kan? Rasanya akan sedikit asam dan asin. Jika benar demikian, maka Anda sukses memasak Pallu Mara!

3. Nasu Palekko

Nasu Palekko berbahan dasar itik. Tapi bagi saya, kalau adanya ayam, bukan masalah. Hanya akan berbeda dari teksturnya saja.

Nasu Palekko terkenal pedas. Perpaduan cabe, merica, dan jahe, menyatu meresap ke dalam daging dan sela-sela tulangnya. Langsung saja, mari masuk ke cara memasak.



Bahan yang diperlukan :
  1. 1 ekor itik (jangan pilih yang tua)
  2. 1/2 kg cabe rawit, bisa dicampur 4 cabe besar.
  3. 1 siung bawang putih
  4. 3 siung bawang merah
  5. 2 sdm merica butir
  6. Jahe seukuran 2 jempol orang dewasa
  7. 3/4 sdm garam atau secukupnya.
  8. 1/2 mangkok air.
Cara membuat :
  1. Bersihkan itik, potong seukuran sekitar 4x4 cm. Ukuran ini tidak mutlak, tidak harus persis sama besar mengingat tekstur dan ukuran itik yang tidak menentu seperti daging.
  2. Pisahkan daging dengan kulitnya.
  3. Haluskan bumbu.
  4. Goreng kulit itik hingga menghasilkan minyak, kemudian tiriskan kulitnya.
  5. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan.
  6. Masukkan itik dan kulitnya.
  7. Aduk rata, kemudian masukkan air sedikit demi sedikit. Aduk hingga cukup kering.
  8. Sajikan dengan nasi putih. Cocok untuk sekitar 10 orang.
4. Ikan Bakar Rica-Rica
Sebenarnya makanan ini dari Sulawesi Utara. Hanya saja karena dasar orang Sulawesi banyak suka pedas, jadi makanan ini juga banyak di Sulawesi Selatan. Ikan bakar sudah menjadi makanan umum, namun yang membuatnya beda adalah penyajian dan rasa yang bersumber dari olahan rica alias lombok alias cabe.

Olahan rica yang bisa berbentuk lombok terasi, dabu-dabu, dan raccak mangga. Kali ini, saya akan membagikan cara membuat ketiga olahan rica tersebut :)

Bahan yang diperlukan :
  • Untuk Lombok Terasi
  1. 40-50 butir cabe rawit segar
  2. 5-6 siung bawang merah
  3. 2 siung bawang putih
  4. 3x2 cm terasi.
  5. 2 buah tomat. Sebaiknya pakai tomat sayur (bentuknya bergelombang seperti labu kuning)
  6. 4 sdm minyak goreng
  7. 1/4 sdm garam.
  • Untuk dabu-dabu
  1. 7 siung bawang merah
  2. 7 butir cabe rawit
  3. 2 buah tomat. Sebaiknya pakai tomat buah atau tomat ceri.
  4. 5 sdm kecap atau sesuai selera.
  5. 1/4 sdm garam halus
  • Untuk raccak mangga
  1. 1 buah mangga mengkal
  2. 1/4 sdm garam halus
  3. 10 butir cabe rawit
  • Untuk ikan bakar
  1. Ikan bakar ukuran sedang atau besar.
  2. 1 sdm minyak sayur/ minyak goreng
  3. 1/2 siung bawang putih
  4. 1/2 siung bawang merah
Cara membuat :
  • Untuk lombok terasi
  1. Goreng sebentar tomat dan cabe, 1 menit sudah cukup.
  2. Bakar terasi, bawang putih, dan bawang merah hingga harum.
  3. Campurkan cabe, bawang merah, bawang putih, terasi, dan garam. Tumbuk hingga halus.
  4. Iris tomat, campurkan, kemudian ulek hingga halus dan rata.
  5. Sajikan.
  • Untuk dabu-dabu
  1. Cuci bawang, cabe, dan tomat.
  2. Iris kecil-kecil, kemudian campur semua bahan.
  3. Sajikan.
  • Untuk Raccak Mangga
  1. Kupas mangga, kemudian pukul-pukul dagingnya dengan pisau hingga teriris dalam. Lakukan dengan cepat.
  2. Setelah cukup banyak irisan, potong ke depan seperti memotong mangga biasanya. Ketika mangga yang jatuh ke piring berbentuk seperti parutan keju, berarti cara Anda mengiris sudah benar.
  3. Masukkan mangga, cabe, dan garam ke dalam ulekan, tumbuk hingga mangga lembut.
  4. Sajikan.
  •  Untuk Ikan Bakar
  1. Bersihkan ikan, buang isi perut dan insangnya.
  2. Belah ikan menjadi 1 sisi bagian kulit, 1 sisi bagian dalam ikan (tulang tengahnya nampak). Caranya dengan mengiris dari kepala, punggung, hingga menuju ekor ikan, kemudian terus ke samping. Ikan akan seperti buku yang terbuka. Jika tidak hati-hati atau pisau tumpul, daging ikan bisa hancur.
  3. Haluskan bawang merah dan bawang putih, campurkan ke minyak goreng/ minyak sayur.
  4. Lumuri ke permukaan ikan, kemudian bakar hingga  matang.
  5. Jika suka, isi sebagian lombok terasi ke bagian dalam ikan, kemudian tutup dengan sisi sebelahnya.
  6. Bakar lagi sebentar.
  7. Sajikan dengan nasi putih. Cocok untuk 4 orang.
Saat makan, Anda dapat memilih setiap kunyahan ikan bakar akan dicampur dengan olahan cabe yang mana. Kalau saya paling suka dengan Raccak Mangga ^^

Oke guys, sepertinya cukup itu saja dulu. Kalau urutan berikutnya yang mudah ada Barobbo, Mie Titi, Kapurung, Pisang Epe, Pisang Ijo, hingga yang menurut saya paling sulit adalah Coto Makassar! You know why? Karena percaya atau tidak, jika bukan tangan asli orang Makassar, rasa dari Coto yang dibuat akan berbeda. Entah apakah ada resep rahasia dari Dara Daeng, atau apapun itu, saya tidak tahu hehe.

Selamat bersenang-senang dengan dapur Anda :) Love cooking!
Best Regards,
*dari yang katanya suka masak tapi masaknya gak tiap hari juga*

Thursday, 27 February 2014

Cuap Cuap Sebelum Balik ke Rutinitas

Selamat pagi :)

28 Februari 2014. Ini berarti tinggal 2 hari lagi aku di Makassar. Yapp, 3 Maret sudah awal kuliah di semester 4, dan tanggal 2 aku sudah kembali ke Jakarta. Semalam malah aku sudah mulai packing t.t Packing yang lama karena sedikit ada rasa tidak rela untuk ldr lagi sama keluarga huhu.

Aku akan saaaangat merindukan suasana rumah. Masak-masak sama Mama, kadang juga sama Papa. Liat Papa nyanyi lagu-lagu kesukaannya, dengerin curhatan Papa, makan bareng, kemana-mana lebih sering diantar orang tua hohohohoo ^^v, saat Maghrib-an berjamaah, mencium tangan mereka setiap  pamit, rapiin helm atau baju Papa, semir sepatu Papa sebelum berangkat kerja, nemenin baca koran dan kalo sama Mama jadi nemenin nonton sinetron :3 I love and so proud of them.

Papa itu orangnya sabar juga lucu.. Aku bersyukur sekali atas ketegasan dan kebijaksanaannya. Papa mendidikku sesuai kebutuhan dan kondisi, bukan memanjakan juga bukan pelit. Papa sangat care dengan pendidikan, paling suka kalo curhat ke Papa tentang kuliah. Soalnya pasti disemangatin, dikasi tau kalo beliau juga dulu udah ngerasain itu, terus curhat tentang masa kuliahnya :") Papa juga selalu ngajak belanja, dan setiba di tempat malah aku yang bingung mau beli apa hahahahaha








Sedangkan Mama, hihii Mama ini udah kayak temen :3 soalnya gawl abiezztt tau aja perkembangan anak muda -_- Paling sering ngajak makan diluar, paling ada ide mau masak apa yang bisa kita lakukan bersama, pokoknya kalo ada Mama, yang penting ada mulut yang sedia mengunyah!! Mama juga paling sering nanya-nanya soal pacar --" Mama juga sering ngajarin jadi bibit wanita yang baik :3




Kalau kata orang Surga ada di telapak kaki ibu, hmm aku cenderung percaya bahwa Surga itu ada di telapak kaki orang tua. Kalau kata lagu kasih ibu tak terhingga sepanjang masa, bagiku begitu juga dengan kasih ayah. Ibu menyampaikan perasaannya dengan tutur dan perhatiannya, sedangkan ayah menyampaikan perasaannya dengan sikap care yang tidak perlu selalu dia utarakan dengan kata-kata. I'll really miss them :" Jauh dari kota orang, aku hanya bisa banyak-banyak mendoakan mereka. Karena aku tidak bisa lama di samping mereka, tidak bisa lama mencarikan obat dan memijat ketika mereka sakit. Aku terlalu cengeng untuk ini :( Baca sinopsis buku tentang orang tua saja, mataku langsung mendung. Bahkan tidak bertemu beberapa jam saja, aku sudah rindu senyum mereka. Papa sering bilang "Thank you" sambil tersenyum kalo aku ajarin hal-hal kecil.

Yahh semangat Rini !! yeay yeay yeaaaayyyy :3 Toh aku pergi jauh-jauh juga bukan untuk hal buruk! Mencari ilmu dan pengalaman berharga. Bertemu dengan mereka yang dari Sabang sampai Merauke, sama-sama berjuang dan membuktikan diri pantas berdiri sejajar dengan orang-orang dari penjuru Indonesia.

Thanks a lot God, they complete me :)


Monday, 21 October 2013

The Proudest ..

Actually, I just wanna tell about my little family .
Hum, really miss them tonight. When I see how much our tears and smile to build our family. Yes, family not just for happiness, but it is part of serve. Serving to our family. When one of us is broke, the others gonna hold her/him.

Parents never learned me about the rue, but they always said that we have to do our best to make a change. There are still many chance to us to make a better life. We will not always failed, because life is always going forward, just trying, keep praying. Insyaa Allah.. And I really proud to them, because I get it since I was child. They tell me to see below, so we will always feeling blessed. But we should also see the success people for motivations.

Now, I remember some simple things with them. Yah, father never clapping hand for all I got, but he always smile for it. I can see how sincere his smile :") And mom never demand me to do much, as long as I am happy, it's enough for her. What thing will make me feeling outstanding special? When I can make them smile sincerely, and feel that their hope and pray are answered.

Dad, please don't worry about us. Enjoy your life, and get a halt time for just breathing deeply. Spending time with all you love. Same with how much I love you, although I never show you how deep it. I just can do my best to make you proud, now and in the future life..

And mom, you're a hard worker. Always do what you love. Walking with happiness, enthusiast smile, and so friendly. You always know what I need :") And we always spending time just to sharing about female :p Sometimes you said "don't asked your dad" hahaa I know it's our secret =D But mom, sometimes you cry and too sensitive. I miss when I hug you, and you also do it to me. We're like friend.. And at another time, we cook together :3 You always give me chance to make new foods hihii and you're my taster. You and dad both always love my dish. Thank you :")

Lovely sister? Huummm you are my partner in crime until I am on Senior High School!! Oh really hate when you mad like a scary lion !! Too perfectionist, and sensitive :p But when we meet after your graduation, oh you are like a sassy cat-__- But it's okay, you are protector sister :) but too talkative !! will never tell you my secret anymore .

Oke then hahaa I wrote it while I am remembering them. I makes me smile and imagine more. Thanks a little family, and thanks God.. Wish we could meet again in the awesome day, when we're feeling always success on the real life :) Aamiin ..

Thank you for reading ^^

Best regards,
Rini

Wednesday, 18 September 2013

Saat Anda Mulai Lengah .. Semangat lagi !!

Haai readers ;)

what a full day! everyday is full with schedules.
iya, kalo ingat tugas, jadwal kuliah, kegiatan, dan semerbak warna kuliah 24 sks ituu... :") aahh gimana yaaa :3 seminggu ngumpulin 12 laporan berlembar-lembar + resume tulis tangan. Belum lagi kalo dosennya ngasih tugas khusus buat presentase laah, tugas kelompok, dan lain-lain. Kuliah dari Senin sampai Sabtu, hm hmm banget :')

Awalnya seriiiiing banget ngeluh! Tapi setelah mengingat lagi, ngapain ngeluh? toh aku ga sendirian kan? banyak ah temen-temen yang kuliahnya kayak aku juga. Toh dengan banyak ngerjain tugas, itu juga yang bikin aku banyak baca, banyak belajar, dan jadi banyak tahu. Coba kalo ga ada tugas? Mungkin butuh motivasi diri untuk belajar lagi, yang palingan ga sesering ngerjain tugas, dan ujung-ujungnya paling belajar kebut seminggu tenang yang bikin ga tenang-__- atau kebut semalam-__- kemudian kesana sini nyari materi, nyari temen yang lebih pinter buat minta ajar lah, hmmmpp! (:| Maka dari itu, hargailah tugas ;) kalo lengah, ingatlah :

1. Orang Tua

Setiap orang tua pasti pengen liat anaknya sukses. Mereka nyekolahin kita, dukung kita, dan ngedoain kita sepanjang waktu. Rela banting tulang demi anaknya. Mereka selalu mengingat keluarga, bagaimana masa depan anak-anaknya ketika mereka sudah tidak mampu lagi bekerja. Pengharapan orang tua, nasehat-nasehat mereka, aahhh itu... bikin hati bergetar. Rasa lengah dan lelah kuliah bisa hilang seketika saat membayangkan bagaimana upaya dan harapan mereka terhadap anak-anaknya :") Apalagi bagi yang merantau. Mereka rela berpisah ruang yang saaangat jauh dengan anaknya, demi masa depan si anak. So sweet bukan kekuatan mereka ini? I really miss them!



Aku jadi teringat bagaimana dulu, sewaktu masih SMP, ban motor Bapak kempes. Tapi Bapak tetap maksain motornya jalan seadanya demi ngejar bus sekolah ke SMPku :", sampai memanggil-manggil sambil terus menggas motornya. Untuk busnya berhenti, dan aku naik. Dari bus, aku menoleh, melihat Bapak yang saat itu beralih mencari tukang tambal ban.

Aku juga ingat waktu SMP dulu, kami gonceng tiga. Aku di depan, Bapak yang bawa motor, dan kakakku di belakang. Itu kami lakukan karena sekolah tujuan kami searah. Selain itu bisa lebih menghemat ongkos, dan mencegah kami terlambat sekolah karena jarak dari rumah ke sekolah sekitar 20 km.

Aku ingat saat kakakku sekolah di luar negeri, Bapak harus menjual modul sekaligus memberi bimbingan belajar kepada murid-muridnya yang mau. Demi memambah penghasilan untuk membiayai sekolah kakakku. Alhamdulillah sekarang kakakku sudah bekerja di salah satu perusahaan swasta di kawasan Jakarta Barat.

Aku selalu ingat nasehat Bapak kalau cuma pendidikanlah yang bisa menyelamatkan masa depan kita. Kita ga bisa mengharap apa-apa kalau tidak berpendidikan. Belajar saja yang rajin, biar pintar, biar peluang dapat kerja dan lebih sejahtera di masa depan.

Alhamdulillah sekarang kehidupan keluargaku membaik. Aku yakin Tuhan telah memberi penghargaan besar untuk keluarga kami, terutama atas kerja keras Bapak. Aku bisa disekolahkan dengan baik.


Bagaimana kabarmu pria tampan? Jangan dikerutkan lagi lah keningnya. Jedalah sejenak dari pikiran-pikiran itu. Semua akan baik-baik saja, Pak :" semangaaatt T.T)9

2. Kita Tidak Sendiri

Aku kuliah teknik. Sahabatku, Ilmi bilang, orang teknik makin kurus, orang ekonomi makin gemuk. Hahaa tapi aku yakin, semua jurusan, semua fakultas, punya tingkat kerumitan yang sama. Teknik itu keras, fakultas ekonomi juga, tergantung opini yang menjalaninya. Semua akan merasa, 'jangan remehkan jurusan dan fakultasku, kamu tidak tahu rasanya kuliah di jurusan ini'.



Intinya, kita merasa lengah, lelah, ngantuk, terkuras, semua itu tidak kita alami sendirian. Kita bersama mahasiswa-mahasiswi sejurusan, seangkatan, sefakultas, sekampus, sekota, seluruh Indonesia, dan bahkan dunia. Jangan putus asa, jangan lengah terlalu lama. Lelah itu manusiawi, tapi semangat dan motivasi harus terus ada. Tidak ada orang sukses begitu saja, mereka mengalami jatuh dan bangun, mereka terus berusaha dan berusaha. Setiap hari, sampai ajal menjemput. It's life..

3. Ibadah

Setiap apa yang kita usahakan, bekerja, belajar, demi hal positif, anggap itu sebagai ibadah. Kita dapat ilmu, kita dapat nilai, sekaligus juga kita dapat pahala. Tuhan tidak menyukai orang yang bermalas-malasan. Bahkan saat puasa pun juga tidak boleh jadi alasan untuk malas. Kita dianugerahi kekuatan, dimediakan rejeki yang akan menghasilkan rejeki.


Semangatt! Tetap semangat dan yakin bahwa segala usaha positif tidak ada yang sia-sia. Apa yang kita upayakan saat ini adalah yang terjadi di masa depan. Siapa yang menabur benih, dia juga yang memetik hasil :) Godspeed! Thanks for reading ^^

Sunday, 15 September 2013

Nasehat dan Pengharapan



Aku terpikirkan untuk menulis kisah ini ketika sedang makan malam yang baru saja. Nasi putih, tumis buncis, dan ikan asin yang kubawa dari Makassar. Kulahap dengan nikmat bersama syukur. Jam 11.17 WIB, cukup tenang, saat pikiran dan hatiku menghantarkanku kembali pada percakapan singkat dengan seorang penjual putu pandan yang tadi kubeli dagangannya. Yah, Rp. 5000,- untuk 5 potong putu pandan. Kira-kira seperti ini :

“Neng kuliah di itu ya, PLN?”
“Iya…”, jawabku kemudian tersenyum.
“Oh… yaa…, rambutnya pada pendek-pendek yah. Kemarin banyak yang beli pada botak, katanya mahasiswa baru…”
“Ohhe iya emang kalo maba masih disuruh pendekin rambutnya..”

Beberapa menit kemudian pembicaraan kami sampai pada :
“Orang tua Neng pasti mampu ya bisa kuliah disana…” Kali ini saya hanya tersenyum. “Bapaknya guru ya?”, lanjutnya.
“Lho kok tau Bang?”
“Iya… Biasanya kan gitu, orang tua selalu nyekolahin anaknya tinggi-tinggi. Abis kuliah disitu jadi S apa Neng?”

Kali ini aku menyimak baik omongan Abang itu. Rasa tidak enak padanya, membuatku memilih cukup tersenyum sampai waktunya aku seakan diminta untuk bicara. “Ya kalo saya sih S1 Bang…”
“Hmm saya juga sebenarnya pengen kuliah Neng… Tapi apalaah, orang tua saya gak mampu. Saya lulus SMA aja ini udah syukur…”, ucapnya sambil tersenyum padaku.
“Hmm yang penting udah usaha Bang…”. Aku berusaha menyemangatinya.
“Abis itu langsung kerja ya?”, lanjutnya.

Lagi-lagi kupilih untuk tersenyum dan menjawab pelan, “Iya…”, semoga. Kuperhatikan dia terus mengisi silinder kayunya untuk mencetak putu pandan. Aku adalah pelanggan terakhirnya malam itu. Dagangannya sudah habis, Alhamdulillah.
“Udah abis ya Bang?”
“Iya, kan saya dari siang Neng jualannya…”. Aku tetap memperhatikan. “Pagi-pagi, jam enam, mungkin Neng belum bangun, saya udah ke pasar, terus ngukus ini. Ada juga tuh yang bulet resep keluarga saya..”, ucapnya sambil menunjuk makanan yang bentuknya mirip dengan makanan di daerahku.
“Ohhe itu mirip sama makanan di Sulawesi, namanya Onde-Onde Gula Merah… Kalau di Jawa kan Onde-Onde pake wijen ya? Kalo di tempat saya ada juga yang kayak gitu.., isi gula merah terus luarnya kelapa…”

Abang itu terlihat menyimak. Kami sama-sama menikmati pembicaraan itu.
“Kalo yang ini dari ketan… Kalo yang Eneng gimana?”
“Wah saya kurang tau juga sih, hehee…”

Abang itu kemudian melipat kertas untuk membungkus pesananku. “Neng, belajar yang pinter ya, biar Bapaknya juga seneng. Semoga Neng jadi orang pinter…”, ucapnya sambil memberikan sebungkus putu pandan berwadah kertas kopi untuk makanan.

Masya Allah, hatiku begitu tersentuh saat Abang itu memberikan nasehat dan pengharapan. Sepatutnya aku bersyukur lebih banyak, bukannya mengeluh karena tugas menumpuk. Sepatutnya aku bersyukur karena masih diberikan kesempatan kuliah, masih diberikan kesempatan mengerjakan tugas, toh tugas yang banyak juga membuatku lebih banyak membaca, banyak belajar, dan banyak tahu tentunya. Mungkin ini teguran untukku karena terlalu banyak mengeluh, tugas PLJD yang menyita waktu depan laptop sampai hang berkali-kali lah, tugas SI yang pembuatan kertas laporannya terkendala 5 kali lah, dan lain-lain.

Aku pun sempat berpikiran untuk menabung dan membeli handphone karena touch handphone sudah biasa bermasalah. Terlalu sering melihat ke atas, ke orang-orang yang mengikuti perkembangan zaman, dan terlalu banyak bermanja dengan kehidupan. Padahal yang kualami tidak seberapa dengan mereka yang masih harus tinggal di rumah kontrakan. Setiap hari cemas saat bertemu sang empunya rumah. Atau mereka yang masih harus menyicil kendaraan, kemudian rejekinya masih belum menentu setiap bulan. Sedangkan kendaraan itu adalah modal usaha mereka. Astagfirullah… Aku masih diberi kesempatan untuk hidup lebih layak. Aku masih diberi kesempatan untuk menimba ilmu, dan memiliki peluang kerja di masa depan.

Pelajaran bermakna dari Abang itu adalah kesederhanaan dan syukur  itu damai.
Yahh baru kusadari di jam malam ini. Tadi aku masih sempat mengadu keluhan ke Bapak dengan kalimat : “Bapak tugasnya beraattt :””. Balasan Bapak : “Sabarki yg penting kerja sj adatonji itu nilainya tp jgn juga asal jadi”. Yang artinya, ‘sabar aja, yang penting dikerjain, akan ada nilainya juga kok tapi jangan asal jadi juga’. Ah Bapak, maafkan anakmu yang masih kurang berusaha. InsyaaAllah makin focus sama kuliah. InsyaaAllah juga bisa selalu konsisten, ingat nasehat, dan selalu bersyukur. Makasih Pak :”)

Friday, 5 July 2013

Balada Beda Keyakinan


Balada Beda Keyakinan
Rini Hardiyanti






Aku terinspirasi pada kisah dari beberapa orang di sekitarku yang pernah mengalami kisah ini, dimana mereka pernah menjalin kasih beda keyakinan.

Salah satu teman dekatku dengan inisial C, dia Protestan. Bagiku C adalah gadis periang, jarang mempermasalahkan sesuatu hal. Dia taat kepada Tuhan-nya yang dia panggil Yesus, setiap minggu ke Gereja, menjalankan kehidupan di kampus sebagai bagian dari Persatuan Mahasiswa Kristen. Dari kepribadiannya, dia layak dan aku yakin dia adalah tipekal laki-laki normal pada umumnya, jika mereka seiman. Yah, tetap kugarisbawahi kata ‘seiman’.

C pernah menjalin kasih dengan seorang Muslim. Mereka hanya dua kali sempat ada masalah. Itupun sehari sudah selesai. Bagiku mereka sungguh pasangan yang tidak seharusnya berpisah. Ketika kutanya “Kenapa putus?”, jawabannya klasik, “Beda keyakinan itu memang tidak bisa disatukan, selamanya akan beda”. Saat itu, aku hanya memaklumi. Jika aku ada di posisinya, aku memang tidak akan melanjutkan hubungan itu.

Kemudian aku mengenal lagi seseorang berinisial A, dia adalah orang yang tidak pernah kutemui secara langsung. Tapi aku cukup mengenalnya, aku bisa meramalkan bentuk keceriaannya. Dia hamper sama halnya dengan C, dia ramah, periang, sayang keluarga, juga taat kepada Tuhan-nya. Banyak orang yang sayang padanya, seorang wanita dengan banyak kebijakan, kehidupan yang selalu bisa dia syukuri.

Perbedaannya dengan C adalah A sudah lebih sering menjalin kasih dengan seorang Muslim. Setauku, sudah tiga kali. Dimana salah satunya adalah kekasihku saat ini. Yah, dulu aku sempat bertanya pada diri, “memangnya tidak adakah laki-laki seiman yang bisa kau jadikan pendampingmu? Hingga kau memilih menjalin kasih dengan beda keyakinan selama tiga kali itu”.

‘Sepulang gereja, kau memintaku menunggumu. Aku menunggu di depan masjid, hingga kau selesai sholat’ – Cinta Tapi Beda.

‘Kita sama-sama saling mendoakan, kamu dalam sujudmu menyebut Allah, dan aku dalam lipatan tanganku menyebut Yesus’ – Cinta Tapi Beda.

Aku tahu, dan aku yakin, banyak laki-laki seimanmu yang menyukai dan ingin bersamamu. Tapi kau lagi-lagi memilih bersama laki-laki yang beda keyakinan. Jawabannya hanya satu, itulah cintamu. Meski memang tidak semua orang dapat sependapat dengan hal itu, dalam hal ini aku tidak akan menyalahkan siapa. Aku hanya bertanya pada keadaan, yakni sebuah perbedaan dasar yang menjadikan kita beda.

Jujur saja, agamaku melarang untuk bersahabat dekat dengan beda agama, apalagi sampai menjalin hubungan. Lantas bagaimana hubunganku dengan sahabat-sahabatku? Yang bahkan kini sudah kuanggap keluarga. Bagaimana dengan kalian, bagaimana dengan A yang berjuang menguatkan hati bahwa kita ini sama? Apakah itu salah mereka jika mereka saling mencintai? Apakah itu salah mereka jika mereka bertemu dengan satu rasa yang menyatukan mereka? Apakah itu salah mereka jika mereka berusaha membendung beda?

Yah, pada dasarnya kita manusia adalah sama. Memiliki hati dan tujuan yang sama. Kita sama-sama ingin beriman pada Tuhan yang sejak lahir kita tahu sebagai Sang Khaliq, Yang Maha Kuasa. Tuhan tempat kita kembali, Tuhan yang mengatur segala sesuatu, Tuhan yang tidak pernah tidur, Tuhan yang menjadi kekasihmu sepanjang masa. Hanya saja Tuhan yang kita maksud berbeda, para kristiani dengan Yesus, dan aku bersama Muslim-Muslimah lain dengan Allah SWT.

Kita saling mendoakan, saling mengasihi. Saling rukun selama toleransi. Namun kebudayaan dan kebisingan ‘apa kata orang’ menjadikan pasangan beda keyakinan semakin beda. Kemudian kemanakah keturunan kelak kalian didik? Apakah mengikuti ibu, atau ayahnya?  Kekuatan hati adalah kunci dari semuanya. Cinta dan keadaan tidak patut disalahkan. Apapun yang terjadi pada dirimu, pada cinta beda keyakinan menjadi balada, mereka adalah proses dimana kekuatan hatimu dipertaruhkan. Cepat atau lambat.




Kita bersama meleburkan beda
Kita bersama bahagia selamanya
Jangan dengarkan suara sumbangnya
Karena kisahmu tertulis denganku..
Percaya dengan yang kau rasakan

Merasakan itu cinta
Percaya kebaikan Tuhan
Percayakan doa pada Tuhanmu
Akupun mencoba dengan caraku..



(Kutipan lagu The Finest Tree – Melebur Beda)